Di era sebelum tahun 70-an kelompok mata pelajaran eksakta dinamai ilmu pasti. Di kelompok lain, mata pelajaran yang lebih banyak menggunakan hafalan tetap disebut sebagai ilmu sosial. Mengapa ilmu eksakta disebut ilmu pasti? Ya, karena dalam ilmu eksakta ini lebih banyak mempelajari data numerik, data yang relatif lebih pasti. Yang dibahas adalah rumus-rumus dan angka yang memberikan hasil operasi hitung yang pasti.
Lebih lanjut…
Mei 25, 2009
Antara Ilmu Pasti dan Ilmu Ragu-Ragu
Mei 19, 2009
Tak Takut Kaya, Tak Takut Miskin
Elvyn G Masassya seorang praktisi keuangan, mengibaratkan kekayaan itu seumpama kisah perjalanan, yang paling tidak memiliki lima fase yang harus dilalui. Kelima fase itu adalah keinginan menjadi kaya , bagaimana meraih kekayaaan yang diinginkan, bagaimana menjadi lebih kaya, mempertahankan kekayaan dan bagaimana berbagi kekayaan.
(lagi…)
Mei 13, 2009
Memulai Usaha
Alkisah ada seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Ia melihat iklan lowongan pekerjaan di sebuah surat kabar. Dalam iklan lowongan tersebut dibutuhkanlah seorang pekerja sebagai office boy pada sebuah kantor. Karena memang pria ini sedang berusaha mencari pekerjaan, maka tidak dibuanglah kesempatan baik ini. Segeralah ia menulis surat lamaran dan dibawanya ke alamat yang dimaksud.
(lagi…)
Mei 12, 2009
Sekolah Mengelola Ketamakan
Dunia hukum kita saat ini sedang gonjang-ganjing. Di dalam dunia pewayangan, kalau bumi gonjang-ganjing artinya buminya terguncang-guncang dengan hebat. Digambarkan dalam episode ini, bumi sedang kacau diterpa bencana di mana-mana. Kalau dunia hukum gonjang-ganjing, artinya orang sedang ramai meributkannya. Mengapa diributkan? Tentu karena dunia hukum kita juga sedang dilanda prahara. Mulai dari orang yang cangkrukan di warung kopi, pedagang di pasar, sampai pegawai kantoran dan para boss sibuk menggunjingkannya. Dunia hukum kita sedang membuat berita besar.
(lagi…)
Mei 9, 2009
Sekolah Manajemen Waktu
Rasanya sudah sangat akrab di telinga kita istilah ‘manajemen’. Banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang menejemen. Demi gampangnya saya buat definisi sendiri: ilmu mengelola. Mengelola dari yang kurang atau hal yang biasa saja menjadi lebih. Lebih dalam arti yang positif: lebih baik, lebih efisien, lebih produktif, dan lebih-lebih yang lain.
(lagi…)


