Belajar Menggapai Langit Blog

Juni 27, 2011

Tahun Ajaran Baru, Kebutuhan Baru!

Filed under: Umum — Mugito Guido @ 7:31 pm

Di kalangan dunia pendidikan, tidak ada saat yang paling sibuk selain saat-saat pertengahan tahun. Mengapa? Karena mulai bulan Maret, kelas 6 (SD), kelas 9 (SMP), dan kelas 12 (SLA), sudah sibuk dengan mempersiapkan apa yang kita kenal dengan Unas (Ujian Nasional). Walau pun sempat menjadi pro dan kontra, unas, paling tidak sampai tahun ini, tetap dijadikan sebagai tolok ukur dalam menentukan kelulusan atau keberhasilan belajar siswa. Tidak mengherankan, apabila kesibukan pertama setiap sekolah adalah mempersiapkan siswanya agar lulus unas. Kalau bisa, 100 persen!

Ujian sekolah biasanya dilakukan terlebih dahulu, disusul dengan ujian nasional yang dilaksanakan serentak. Lantas diikuti pengumuman kelulusan. Ada sekolah yang bangga, karena siswanya lulus 100 persen, ada yang merasa cukup puas karena hanya beberapa siswanya yang belum berhasil lulus. Ada juga sekolah yang menangis karena hasil lulusan unasnya jeblok.

Terlepas dari kenyataan bahwa hasil unas selalu disertai dengan berita-berita tentang soal yang bocor, ketidak-jujuran dalam pelaksanaan, atau berita-berita lain yang bersifat miring, saat ini unas sudah selesai. Hasil unas sudah diumumkan oleh sekolah-sekolah dan bisa kita lihat bersama. Dan inilah, secara formal, tolok ukur keberhasilan pendidikan kita.

Lulus bukan berarti perjuangan selesai. Perjuangan selanjutnya adalah untuk mencari sekolah tingkat di atasnya. Bagi siswa yang mempunyai nilai bagus mungkin ini lebih ringan perjuangannya dari pada mereka yang nilainya pas-pasan. Kembali nilai unas berperan di sini. Ada sekolah reguler yang menggunakan nilai unas ini sebagai dasar penerimaan siswa baru, ada juga sekolah SBI/RSBI yang selain nilai unas juga mensyaratkan test potensi akademik. Bagi lulusan kelas 12 (SLA), mereka bersiap untuk bertempur berebut kursi di perguruan tinggi. Pada tahap inilah, siswa menentukan sekolah / perguruan tinggi mana untuk melanjutkan pendidikannya.

Beralih ke masalah perjuangan yang lain. Orang tua sudah tentu mendukung perjuangan anak-anaknya dengan doa agar berhasil. Di sisi lain, mereka juga harus berjuang dalam bidang keuangan sebab tahun baru berarti kebutuhan baru. Terutama orang tua yang anak-anaknya baru saja lulus. Tahun ajaran baru berarti: uang gedung /uang sumbangan baru, uang seragam baru, uang spp baru, uang buku dan peralatan baru, yang kalau dihitung tentu tidak sedikit.

Bagi kelompok orang tua yang berada mungkin memang sudah ada alokasi anggaran pendidikan sehingga tidak perlu pusing-pusing. Atau semuanya sudah diatur dengan asuransi pendidikan bagi anak. Yang selalu bingung memang untuk kalangan ekonomi bawah. Jangankan alokasi untuk pendidikan, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja alokasinya harian, sedapatnya. Artinya, ya makan sesuai apa yang mereka dapat hari itu. Karena pendidikan bagi anak dianggap segalanya, terpaksa jurus terakhir dipakai: hutang saudara atu menjual apa yang ada.

Konon dari hasil survey, yang menjadi alasan mengapa banyak pasangan suami istri takut mempunyai anak adalah karena ketakutan akan biaya pendidikan bagi anak-anaknya. Kenyataanya memang pendidikan itu tidak murah. Idealnya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, memang negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsanya dengan menyelenggarakan suatu sistim pendidikan nasional yang murah.
Kapankah itu terlaksana? Kita tunggu saja, semoga!

Oleh:
Mas Guido
gambar: wikipedia

About these ads

6 Komentar »

  1. I have been exploring for a little for any
    high-quality articles or blog posts on this kind of space .
    Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this site. Reading this
    info So i’m glad to show that I’ve a very just right uncanny feeling I found out just what I needed.

    I so much unquestionably will make sure to don?t fail to remember this site and
    provides it a glance regularly.

    Komentar oleh bosch battery drill — Desember 18, 2012 @ 7:19 pm | Balas

  2. For some women however, bringing this progression to fulfillment is a
    frustrating difficulty. The “Pregnancy Miracle” is a 240(two hundred and forty) page, instantly downloadable e-book,
    filled-up from first page to last page with a number
    of secret natural Infertility cure methods, exclusive
    powerful techniques and a step-by step holistic Infertility cure system that
    Lisa Olson says she discovered after a massive 14 years research.
    Secondly, what makes Pregnancy Miracle different is
    the amount of attention that is paid to each and every element required to get pregnant the natural way.

    Komentar oleh Michael — Mei 22, 2013 @ 2:41 am | Balas

  3. Na wskroś Zamrożoną Planetę nadano zbyt Winona perfekcyjne lokalizację
    na toczenie wojen.
    Niemniej przy użyciu wojnom permanentnie zdobywa wyprzedaż i
    dodatkowo ogólnie powoduje się system gospodarczy, mają one odważnie podstępny oraz dodatkowo zazwyczaj nieodwracalny autorytet na ludzkie materia, tedy w trakcie Winona drugiej dekady dwudziestego kluczowego stuleciu wojny były skodyfikowane, ujęte w przezroczysty platforma reguł, w końcu sklasyfikowane w mniemaniu rangi
    konfliktu.

    Komentar oleh Winona — Mei 22, 2013 @ 8:19 pm | Balas

  4. Hi there! I know this is kind of off topic but I was wondering which blog platform
    are you using for this site? I’m getting sick and tired of WordPress because I’ve had issues with hackers and I’m looking at alternatives for another platform. I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

    Komentar oleh Myles — Mei 30, 2013 @ 1:52 am | Balas

  5. ła metod stosowanych w anatomopatologu. Tytuły filmy porno publikacji przypominały mu
    dreszczowiec, jaki przeżył darmowe sex oferty budząc się na
    stole aż do sekcji zwłok. Zastanawiał się,
    kiedy się w tamtym miejscu znalazł. Wyobraził osobiście,
    jak wloką go nieprzytomnego dzięki podwórze, zaś
    jego dłonie suną po nieserdecznym bruku; dalej chłód,
    cicho sza, mdły, słodkawy woń i… wciąż coś, zapadły
    fakt, jaki ciągle wymykał się.

    Komentar oleh filmy porno — Juli 15, 2013 @ 6:13 am | Balas

  6. I always spent my half an hour to read this webpage’s posts all the time along with a cup of coffee.

    Komentar oleh 200.0.156.162 — Juli 22, 2013 @ 11:43 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: