<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Menggapai Langit Blog</title>
	<atom:link href="http://masgitocamp.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masgitocamp.wordpress.com</link>
	<description>Belajar yang terbaik dalam hidup</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 18:15:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='masgitocamp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Menggapai Langit Blog</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://masgitocamp.wordpress.com/osd.xml" title="Belajar Menggapai Langit Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://masgitocamp.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ayo Menulis!</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2011/07/11/ayo-menulis/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2011/07/11/ayo-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 18:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mendengar “Romeo dan Juliet”? Sebagian dari anda mungkin pernah, yang lain mungkin tidak. Kalau toh anda pernah dengar, apaan tuuuhhh?!! Romeo dan Juliet adalah salah satu drama terkenal dari banyak karya besar pujangga Ingrris, William Shakespeare, yang hidup pada tahun 1564 – 1616. Ya, Shakespeare memang seorang penulis legendaris Inggris yang karyanya dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=127&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2011/07/kethek.png"><img src="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2011/07/kethek.png" alt="" title="kethek" width="242" height="130" class="alignleft size-full wp-image-128" /></a>Pernahkah anda mendengar “Romeo dan Juliet”? Sebagian dari anda mungkin pernah, yang lain mungkin tidak. Kalau toh anda pernah dengar, apaan tuuuhhh?!!  </p>
<p>Romeo dan Juliet adalah salah satu drama terkenal dari banyak karya besar pujangga Ingrris, William Shakespeare, yang hidup pada tahun 1564 – 1616. Ya, Shakespeare memang seorang penulis legendaris Inggris yang karyanya dikenal di seluruh dunia. Namanya masih tetap dikenang berabad kemudian oleh karena hasil tulisannnya.<br />
<span id="more-127"></span><br />
Atau pernahkan anda mendengar Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Marah Roesli, Chairil Anwar, Rosihan Anwar, atau Jacob Oetama? Mereka adalah sastrawan dari angkatan Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan 66, dan Pak Jakob Oetama si pendiri Kompas dan tokoh media surat kabar. Mereka dikenal karena kiprah mereka di dunia tulis-melulis.</p>
<p>Ada pepatah ‘gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang’. Mungkin pepatah ini tepat untuk menggambarkan para tokoh-tokoh di atas, artinya mereka dikenang karena mereka meninggalkan karya (tulisan) yang masih tetap dikenal orang sampai kurun waktu yang lama. Ada sebagian orang berpendapat bahwa bila ingin dikenal orang kita harus menulis.</p>
<p>Apa pun pendapat anda, yang jelas menulis tidak ada ruginya! Selain anda dapat mengekspresikan ide dan pendapat anda, apa yang anda tulis mungkin saja bermanfaat bagi orang lain yang membaca. Bisa jadi tulisan anda bahkan dapat mengubah hidup orang lain ke arah yang positif tanpa anda menyadirinya. </p>
<p>Sulitkah menulis itu? Arswendo Atmowiloto dalam salah satu bukunya pernah menulis bahwa menulis itu gampang. Tentu yang dimaksud adalah menulis yang tidak sekedar menulis, tetapi menulis yang mudah dimengerti oleh orang lain. Konon orang bilang menulis itu meliputi tiga hal pokok, yaitu : isi tulisan, kemampuan olah bahasa dan tehnik penyajian. Saya pribadi berpendapat, satu hal lagi yang tidak bisa dilupakan adalah  latihan!</p>
<p>Jaman dahulu agar tulisan kita dapat dibaca orang lain sangat sulit. Biasanya kita mesti mengirimkan hasil karya kita ke media cetak dan  itu sering ditolak, setidaknya untuk tahap-tahap awal ketika kita sebagai pemula. Naskah dikembalikan oleh dewan redaksi setelah kumal penuh coretan sensor. Akhirnya naskah kita hanya tersimpan di arsip pribadi. Kalau toh dikenal menjadi penulis, paling-paling nama kita hanya tertampang pada majalah dinding sekolah.</p>
<p>Kini jaman sudah berubah. Untuk dikenal jadi penulis tidak harus menggantungkannya pada koran atau majalah yang galak dengan kriteria sensornya. Kita cukup buat website atau blog,  gratis lagi. Nah, kita bisa mulai latihan menulis di situ. Selain sebagai ajang latihan menulis, hasil karya anda bisa langsung dilihat oleh orang sedunia.</p>
<p>Kalau jaman sudah maju seperti sekarang ini, siapa bilang menulis itu susah? Benar tuh, Pak Arswendo yang beberapa dekade lalu pernah bikin buku: “Mengarang Itu Gampang.”<br />
Hanya ada satu hal sulit yang ada dalam menulis: memulainya! Oleh karena itu ayo mulai menulis!</p>
<p>Salam<br />
Mas Guido<br />
ket. gambar: dari Wikipedia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=127&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2011/07/11/ayo-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2011/07/kethek.png" medium="image">
			<media:title type="html">kethek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun Ajaran Baru, Kebutuhan Baru!</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2011/06/27/tahun-ajaran-baru-kebutuhan-baru/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2011/06/27/tahun-ajaran-baru-kebutuhan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 19:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Di kalangan dunia pendidikan, tidak ada saat yang paling sibuk selain saat-saat pertengahan tahun. Mengapa? Karena mulai bulan Maret, kelas 6 (SD), kelas 9 (SMP), dan kelas 12 (SLA), sudah sibuk dengan mempersiapkan apa yang kita kenal dengan Unas (Ujian Nasional). Walau pun sempat menjadi pro dan kontra, unas, paling tidak sampai tahun ini, tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=119&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2011/06/smp.png"><img src="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2011/06/smp.png" alt="" title="smp" width="209" height="145" class="alignleft size-full wp-image-125" /></a>Di kalangan dunia pendidikan, tidak ada saat yang paling sibuk selain saat-saat pertengahan tahun. Mengapa? Karena  mulai bulan Maret, kelas 6 (SD), kelas 9 (SMP), dan kelas 12 (SLA), sudah sibuk dengan mempersiapkan apa yang kita kenal dengan Unas (Ujian Nasional). Walau pun sempat menjadi pro dan kontra, unas, paling tidak sampai tahun ini, tetap dijadikan sebagai tolok ukur dalam menentukan kelulusan atau keberhasilan belajar siswa. Tidak mengherankan, apabila kesibukan pertama setiap sekolah adalah mempersiapkan siswanya agar lulus unas. Kalau bisa, 100 persen!<br />
<span id="more-119"></span><br />
Ujian sekolah biasanya dilakukan terlebih dahulu, disusul dengan ujian nasional yang dilaksanakan serentak. Lantas diikuti pengumuman kelulusan. Ada sekolah yang bangga, karena siswanya lulus 100 persen, ada yang merasa cukup puas karena hanya beberapa siswanya yang belum berhasil lulus. Ada juga sekolah yang menangis karena hasil lulusan unasnya jeblok.</p>
<p>Terlepas dari kenyataan bahwa hasil unas selalu disertai dengan berita-berita tentang soal yang bocor, ketidak-jujuran dalam pelaksanaan, atau berita-berita lain yang bersifat miring, saat ini unas sudah selesai. Hasil unas sudah diumumkan oleh sekolah-sekolah dan bisa kita lihat bersama. Dan inilah, secara formal, tolok ukur keberhasilan pendidikan kita.</p>
<p>Lulus bukan berarti perjuangan selesai. Perjuangan selanjutnya adalah untuk mencari sekolah tingkat di atasnya. Bagi siswa yang mempunyai nilai bagus mungkin ini lebih ringan perjuangannya dari pada mereka yang nilainya pas-pasan. Kembali nilai unas berperan di sini. Ada sekolah reguler yang menggunakan nilai unas ini sebagai dasar penerimaan siswa baru, ada juga sekolah SBI/RSBI yang selain nilai unas juga mensyaratkan test potensi akademik. Bagi lulusan kelas 12 (SLA), mereka bersiap untuk bertempur berebut kursi di perguruan tinggi. Pada tahap inilah, siswa menentukan sekolah / perguruan tinggi mana untuk melanjutkan pendidikannya.</p>
<p>Beralih ke masalah perjuangan yang lain. Orang tua sudah tentu mendukung perjuangan anak-anaknya dengan doa agar berhasil. Di sisi lain, mereka juga harus berjuang dalam bidang keuangan sebab tahun baru berarti kebutuhan baru. Terutama orang tua yang anak-anaknya baru saja lulus. Tahun ajaran baru berarti: uang gedung /uang sumbangan baru, uang seragam baru, uang spp baru, uang buku dan peralatan baru, yang kalau dihitung tentu tidak sedikit.</p>
<p>Bagi kelompok orang tua yang berada mungkin memang sudah ada alokasi anggaran  pendidikan sehingga tidak perlu pusing-pusing. Atau semuanya sudah diatur dengan asuransi pendidikan bagi anak. Yang selalu bingung memang untuk kalangan ekonomi bawah. Jangankan alokasi untuk pendidikan, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja alokasinya harian, sedapatnya. Artinya, ya makan sesuai apa yang mereka dapat hari itu. Karena pendidikan bagi anak dianggap segalanya, terpaksa jurus terakhir dipakai: hutang saudara atu menjual apa yang ada.</p>
<p>Konon dari hasil survey, yang menjadi alasan mengapa banyak pasangan suami istri takut mempunyai anak adalah karena ketakutan akan biaya pendidikan bagi anak-anaknya. Kenyataanya memang pendidikan itu tidak murah. Idealnya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, memang negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsanya dengan menyelenggarakan suatu sistim pendidikan nasional yang murah.<br />
Kapankah itu terlaksana? Kita tunggu saja, semoga!</p>
<p>Oleh:<br />
Mas Guido<br />
gambar: wikipedia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=119&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2011/06/27/tahun-ajaran-baru-kebutuhan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2011/06/smp.png" medium="image">
			<media:title type="html">smp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Pelanggan Senang Berbelanja di Toko Anda</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/09/10/agar-pelanggan-senang-berbelanja-di-toko-anda/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/09/10/agar-pelanggan-senang-berbelanja-di-toko-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 18:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Wira Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Mereka yang membuka usaha toko atau butik tentunya memerlukan kiat tertentu agar pembeli mempunyai kesan bagus ketika ia singgah di toko kita. Kesan bagus ini yang membuat seorang pembeli datang lagi di kemudian hari. Apabila setiap mencari barang yang diperlukan ia datang ke toko kita, maka ini artinya ia sudah menjadi pelanggan kita. Sebaliknya bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=113&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mereka yang membuka usaha toko atau butik tentunya memerlukan kiat tertentu agar pembeli mempunyai kesan bagus ketika ia singgah di toko kita. Kesan bagus ini yang membuat seorang pembeli datang lagi di kemudian hari. Apabila setiap mencari barang yang diperlukan ia datang ke toko kita, maka ini artinya ia sudah menjadi pelanggan kita. Sebaliknya bila seorang pembeli membawa kesan buruk dari toko kita, ia tidak pernah akan kembali lagi. Tidak itu saja, ia segera ‘mempromosikan’ kekecewaannya itu kepada orang lain yang dampaknya lebih dari sepuluh kali lipat dari pada promosi yang postif. Belajar Menggapai Langit menemukan kiat menarik untuk itu.</p>
<p><span id="more-113"></span></p>
<p>Ketika melihat intranet di perusahaan satu grup dengan tempat saya bekerja saya sangat terkesan dengan tips bagaimana membuat agar pelanggan senang berbelanja di toko kita. Di bawah ini kutipannya, semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya:</p>
<p>Sebagai wanita, Anda pasti senang berbelanja, baik di toko retail di mana Anda bisa tawar-menawar harga, maupun di department store yang membuat Anda rela menggesek kartu kredit untuk menebus tas seharga 10 juta rupiah. Namun seorang pelanggan bisa membatalkan rencana belanjanya jika menerima perlakuanyang kurang menyenangkan dari pemilik toko atau butik.</p>
<p>Karena itu, sebagai pemilik butik atau pun toko, sudah sepantasnya Anda memberikan layanan istimewa untuk calon pembeli. Cara terbaik untuk memberikan pengalaman belanja yang hebat untuk pelanggan adalah dengan menyewa dan mendidik karyawan yang mampu menggali informasi tentang kecenderungan pelanggan dan mengubah pengetahuan tersebut menjadi layanan yang disesuaikan kebutuhan pelanggan. &#8220;Jika Anda seorang merchandiser tanpa program training, kemungkinan menciptakan pengalaman yang hebat untuk pelanggan sangat sulit,&#8221; ujar Paula Courtney, Chief Executive The Verde Group, lembaga riset retail di Toronto, Kanada. &#8220;Melakukan kebijakan adalah jantung dari sebuah bisnis dalam menciptakan pengalaman belanja yang hebat.&#8221;</p>
<p>Untuk Anda yang sedang merintis dunia bisnis, tips berikut mungkin perlu dipertimbangkan.</p>
<p>*Buatlah desain toko yang menarik dan atmosfir yang menyenangkan. Secara konsisten sediakan barang yang berkualitas, dan buat pelanggan merasa mereka diperhatikan dengan menyediakan barang-barang berkualitas terbaik.</p>
<p>*Ingat, (calon) pembeli adalah raja. Karena itu bersikaplah sopan, perhatikan apa yang diinginkan atau dicari pelanggan. Kemudian tunjukkan kemauan untuk membantu, dan dengarkan pertanyaannya.</p>
<p>* Bila Anda mengingat seorang pembeli yang datang kembali ke toko Anda, sapalah dia dengan ramah. Tanyakan, misalnya, bagaimana cake yang dulu dibeli? Jenis apakah yang disukainya? Tanyakan siapa namanya, dan sebutlah namanya setiap kali Anda berbincang dengannya. Pelanggan senang jika pemilik toko mengingat dirinya, apalagi namanya.</p>
<p>* Dengan sabar jelaskan dan beri saran mengenai barang yang ingin dibeli pelanggan, misalnya merek mana yang lebih berkualitas daripada merek lainnya. Bantu pelanggan dengan menemukan barang yang dicari,dengan mencek apakah stok barang tersebut masih tersedia</p>
<p>* Jangan terjebak dengan pertanyaan pelanggan, dan hindari memberikan feedback yang negatif. Seorang rekan Kompas.com pernah membatalkan membeli jam tangan dengan harga puluhan juta hanya karena saat ditanya model mana yang lebih bagus untuk dirinya, sang penjaga butik mengatakan, &#8220;Yang emas itu enggak cocok buat Ibu, kan Ibu item.&#8221; Ouch&#8230;! Akan lebih baik jika Anda mengatakan, &#8220;Yang perak ini terlihat manis untuk Ibu.</p>
<p>* Bila antrian pembeli akan membayar sudah cukup panjang, tawarkan untuk melakukan proses pembayaran lebih cepat. Misalnya, menerima pembayaran dari pembeli yang sedang ada di tengah antrian jika ternyata membawa uang pas sejumlah total pembelian.</p>
<p>*Pembeli menemukan sepatu yang diidam-idamkannya, namun sepatu tersebut memiliki sedikit cacat? Tawarkan bantuan, misalnya memperbaiki cacat tersebut, atau memberikan diskon sekian persen. Bantuan kecil seperti ini akan selalu diingat pelanggan. Ingat, menurut hasil riset, empat dari lima orang rata-rata akan menyampaikan kepada tiga orang lain tentang pengalaman berbelanja yang menyenangkan.</p>
<p>* Jangan menempel terus di samping pengunjung toko sambil memandangi penampilan pengunjung tersebut dari atas ke bawah. Mintalah karyawan Anda untuk tidak melakukan hal tersebut karena tidak sopan. Selain itu, minta penjaga toko untuk tidak bercanda hingga terbahak-bahak dengan penjaga toko sebelah yang juga sedang menganggur.</p>
<p>*Bila pengunjung menanyakan sesuatu barang yang tidak tersedia di toko Anda, sampaikan penyesalan Anda dengan mengatakan, &#8220;Maaf, Mbak, kami tidak menyediakan barang tersebut. Mungkin ada yang lain yang ingin dicari?&#8221; Perhatikan intonasi suara Anda, jangan sampai memberikan kesan jawaban Anda justru mengatakan, &#8220;Sori ya, kami enggak punya barang seperti itu!&#8221;</p>
<p>*Bila Anda atau karyawan memang diharuskan menyapa pengunjung, lakukan hal tersebut sambil menatap matanya. Jangan biarkan karyawan berteriak-teriak, &#8220;Lihat-lihat ke dalam, Kak, banyak yang baru&#8230;&#8221; pada seseorang yang sedang lewat, namun matanya jelalatan ke arah lain. Pengunjung tahu sapaan seperti ini sama sekali tidak tulus.</p>
<p>* Bila pengunjung tak jadi membeli barang, jangan langsung meninggalkannya seolah ia orang yang sangat tidak berharga. Sampaikan terima kasih atas kunjungannya, lalu tunggu hingga ia berlalu, baru Anda kembali menyibukkan diri dengan hal lain.</p>
<p>Terima kasih kepada nara sumber</p>
<p>Belajar menggapai Langit</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=113&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/09/10/agar-pelanggan-senang-berbelanja-di-toko-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURAT PERJANJIAN KONTRAK RUMAH</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/08/29/surat-perjanjian-kontrak-rumah/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/08/29/surat-perjanjian-kontrak-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Wira Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Agar mempunyai kekuatan hukum dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, sewa rumah untuk suatu usaha tentu memerlukan sebuah Surat Perjanjian. Dengan surat perjanjian sewa / kontrak rumah ini antara penyewa dan yang menyewakan menyepakati apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing, dan apabila terjadi penyimpangan terhadap isi perjanjian telah disebuatkan konsekuensi hukumnya.  Bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=106&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agar mempunyai kekuatan hukum dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, sewa rumah untuk suatu usaha tentu memerlukan sebuah Surat Perjanjian. Dengan surat perjanjian sewa / kontrak rumah ini antara penyewa dan yang menyewakan menyepakati apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing, dan apabila terjadi penyimpangan terhadap isi perjanjian telah disebuatkan konsekuensi hukumnya.  Bagi yang memerlukan Surat Perjanjian tersebut, format ini dapat digunakan tentunya perlu diedit sesuaikan dengan kebutuhan. Belajar Menggapai Langit memberikan contoh berikut.<br />
<span id="more-106"></span><br />
SURAT PERJANJIAN KONTRAK RUMAH</p>
<p>Pada hari ini, sabtu, tanggal 20 Agustus 2009</p>
<p>Yang bertanda tangan dibawah ini :</p>
<p>Nama		: Alamat		:<br />
Pekerjaan	:<br />
No. KTP	:</p>
<p>Selaku pemilik rumah yang beralamat di ( diisi alamat / kedudukan rumah yang akan disewakan)</p>
<p>Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA (menyewakan)</p>
<p>Nama		:<br />
Alamat		:<br />
Pekerjaan	:<br />
No. KTP	:</p>
<p>Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (penyewa)</p>
<p>Pihak pertama bertindak dalam kedudukannya tersebut diatas menerangkan dengan ini, menyewakan kepada pihak kedua sebagai berikut :</p>
<p>Sebuah rumah berukuran 7 x 15 meter atau 105 m2 (105) meter persegi yang terletak ( diisi alamat / kedudukan rumah yang akan disewakan)</p>
<p>1.	Dengan fasilitas :<br />
a.	Listrik 1300 W<br />
b.	Fasilitas air dan kamar mandi<br />
c.	&#8212;&#8212;-<br />
d.	&#8212;&#8212;-<br />
2.	Bentuk bangunan permanen dengan rincian :<br />
a.	Atap		: Genteng<br />
b.	Dinding	: Tembok dan Kaca<br />
c.	Lantai		: Keramik Putih<br />
d.	Rangka 	: Beton<br />
e.	&#8212;&#8212;-</p>
<p>Selanjutnya diantara pihak-pihak menerangkan, bahwa persewaan tersebut dilakukan dan diterima dengan syarat-syarat dan perjanjian-perjanjian sebagai berikut :</p>
<p>Pasal 1<br />
Perjanjian ini dimulai pada tanggal 20 Agustus 2009 dan berlangsung untuk waktu 5 (lima) tahun lamanya, dengan demikian perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 20 Agustus 2014.</p>
<p>Pasal 2<br />
Uang sewa dari apa yang disewakan dalam perjanjian ini berjumlah Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) untuk masa persewaan selama 5 tahun lamanya. Pembayaran telah dilakukan saat penandatanganan perjanjian ini, secara lunas.</p>
<p>Pasal 3<br />
Pihak pertama menjamin pada pihak kedua, bahwa dalam masa sewa tersebut tidak akan mendapat gangguan, baik dari pihak pertama atau pihak lainnya, yang mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas apa yang disewanya dengan perjanjian ini.</p>
<p>Pasal 4<br />
Pihak kedua dengan ini berjanji dan mengikatkan diri pada pihak pertama, bahwa selama perjanjian ini berlangsung tidak akan melanggar peraturan, tata-tertib, norma agama dan susila yang berlaku di masyarakat pada umumnya.<br />
Apabila pihak kedua melakukan pelanggaran atas janjinya tersebut diatas, maka pihak pertama akan memberikan peringatan sebanyak tiga kali kepada pihak kedua. Selanjutnya apabila pihak kedua belum menghentikan perbuatannya maka pihak kedua dengan ini telah memberi kuasa kepada pihak pertama dengan hak pengganti untuk membatalkan perjanjian ini secara sepihak, untuk itu pihak kedua tidak akan mengajukan gugatan atau tuntutan berupa apapun juga.</p>
<p>Pasal 5<br />
Selama perjanjian ini berlangsung, pihak kedua hanya boleh memakai tempat yang disewa/disewakan sebagai tempat usaha percetakan. Sedangkan untuk pemakaian secara lain, pihak kedua harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pihak pertama.</p>
<p>Pasal 6<br />
Pihak kedua wajib memelihara apa yang disewa/disewakan dengan perjanjian ini dengan secara baik dan harus mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dan telah disepakati bersama.</p>
<p>Pasal 7<br />
Segala kerusakan akibat pemakaian yang normal (misal engsel, cat), akibat bencana alam (gempa, bajir, badai, jamur), kebakaran (massal, korsleting listrik), serta huru hara bukanlah tanggung jawab pihak kedua dan pihak pertama tidak berhak menuntut atas kejadian itu.</p>
<p>Pasal 8<br />
Selama masa persewaan ini berlangsung, pihak kedua diizinkan menambah fasilitas bangunan (ruangan, AC, watt listrik) yang sifatnya tidak permanen. Penambahan fasilitas permanen (tembok/ruangan batu) harus mendapat izin dari pihak pertama.</p>
<p>Pasal 9<br />
Selama masa persewaan ini berlangsung, pihak kedua diperbolehkan untuk memindahtangankan hak persewaannya kepada pihak lain (oper kontrak) atas izin pihak pertama.</p>
<p>Pasal 10<br />
Sejak ditanda tangani kontrak ini maka pihak kedua berkewajiban membayarkan iuran listrik, keamanan, sampah kepada pihak yang berwenang hingga akhir masa kontrak selesai. Apabila ada permasalahan biaya sebelum kontrak ini ditandatangani maka merupakan tanggung jawab pihak pertama.</p>
<p>Pasal 11<br />
Pihak pertama dan pihak kedua sepakat bahwa iuran listrik tiap bulannya dibagi sama rata (50:50) antara pihak pertama dan pihak kedua sesuai tagihan listrik tiap bulannya.</p>
<p>Pasal 12<br />
Apabila pihak pertama tidak sanggup membayar iuran listrik selama 3 bulan berturut-turut maka pihak kedua berhak untuk memasang sendiri saluran listrik dari PLN.</p>
<p>Pasal 13<br />
Selama masa kontrak ini berlangsung maka pihak pertama memberikan fasilitas air dan kamar mandi kepada pihak kedua. Pihak kedua bebas menggunakan fasilitas air yang disediakan oleh pihak pertama.</p>
<p>Pasal 14<br />
Apabila dalam masa kontrak ada permintaan pemerintah untuk memotong bangunan untuk pelebaran jalan, maka hal ini merupakan tanggung jawab pihak pertama atas pembiayaannya.</p>
<p>Pasal 15<br />
Segala sesuatu urusan pajak, surat izin bangunan dll yang menyangkut hak milik tanah dan bangunan, bila dipermasalahkan pemerintah, maka ini merupakan tanggung jawab pihak pertama.</p>
<p>Pasal 16<br />
Apabila ada masalah asuransi bangunan yang sedang berjalan maka segala sesuatunya merupakan tanggung jawab pihak pertama.</p>
<p>Pasal 17<br />
Bilamana salah satu atau kedua belah pihak meninggal dunia, sedangkan masa persewaan belum berakhir maka perjanjian ini tidak batal, tetapi dilanjutkan oleh ahli warisnya.</p>
<p>Pasal 18<br />
Pihak kedua wajib turut serta menjaga keamanan, ketertiban lingkungan sekitar. Pihak kedua tidak diperkenankan untuk menempatkan bahan-bahan yang berbahaya bagi keselamatan manusia, lingkungannya, bangunan dan lain-lain. Misalnya bahan peledak.</p>
<p>Pasal 19<br />
Apabila perjanjian ini disetujui untuk tidak diperpanjang setelah habis masa persewaan oleh sebab apapun, maka pihak kedua berjanji dan oleh karenanya berkewajiban menyerahkan kembali kepada pihak pertama segala apa yang disewakan dengan perjanjian ini dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Pasal 20<br />
Apabila sampai 14 hari terhitung sejak tanggal berakhirnya perjanjian ini pihak kedua belum juga menyerahkan kembali segala hal yang disewa/disewakan dengan perjanjian ini maka pihak kedua dengan ini memberi kuasa pada pihak pertama, untuk dengan jalan atau cara yang dianggap paling baik oleh pihak pertama, mengosongkan bangunan yang bersangkutan dari penghuni dan barang-barangnya dan apabila dipandang perlu dapat dengan bantuan pihak yang berwajib (polisi) semua tadi atas biaya dan resiko pihak kedua sendiri.</p>
<p>Pasal 21<br />
Hal-hal lain yang belum atau kurang cukup diatur dalm perjanjian ini akan diputuskan para pihak dengan dengan jalan musyawarah dan jika diperlukan akan dibuat tambahan penjelasan terhadap perjanjian kontrak ini (dalam bentuk addendum).</p>
<p>Pasal 22<br />
Akhirnya mengenai perjanjian ini dan segala akibatnya para memilih tempat kedudukan umum dan tempat kedudukan hukum diwilayah kota (yang disepakati).</p>
<p>Pasal 23<br />
Demikian perjanjian ini dibuat dan diresmikan di (kota yang disepakati) pada hari dan tanggal tersebut pada bagian awal perjanjian ini dan ditanda tangani diatas materai enam ribu rupiah (Rp. 6.000) untuk dijadikan landasan hukum dikemudian hari.</p>
<p>PIHAK KEDUA							PIHAK PERTAMA</p>
<p>SAKSI 1							   SAKSI 2</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=106&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/08/29/surat-perjanjian-kontrak-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Belajar Bahasa Inggris Pindah Rumah</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/08/25/ayo-belajar-bahasa-inggris-pindah-rumah/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/08/25/ayo-belajar-bahasa-inggris-pindah-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 18:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Bahasa Inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Supaya lebih terkonsentrasi, artikel tentang pelajaran Bahasa Inggris ataupun tulisan yang berhubungan dengan itu saya pindahkan ke rumah baru Seputar Bahasa Inggris (http://guidocamp.wordpress.com). Dengan demikian blog Belajar Menggapai Langit ini akan lebih menekankan sebagai tempat latihan menulis artikel yang bertemakan motivasi. Tempat latihan menulis saya dalam Bahasa Inggris bisa juga diikuti di blog lainnya: English [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=103&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2009/08/bos-pindah.png" alt="bos pindah" title="bos pindah" width="129" height="118" class="alignleft size-full wp-image-104" />Supaya lebih terkonsentrasi, artikel tentang pelajaran Bahasa Inggris ataupun tulisan yang berhubungan dengan itu saya pindahkan ke rumah baru <a href="http://guidocamp.wordpress.com">Seputar Bahasa Inggris (http://guidocamp.wordpress.com)</a>. Dengan demikian blog Belajar Menggapai Langit ini akan lebih menekankan sebagai tempat latihan menulis artikel yang bertemakan motivasi. Tempat latihan menulis saya dalam Bahasa Inggris bisa juga diikuti di blog lainnya: <a href="http://englishlearningcamp.blogspot.com">English Learning Camp (http://englishlearningcamp.blogspot.com).</a><br />
Mohon maaf blog ini agak lama tidak ter-up date karena di sela-sela kesibukan saya di kantor dan dengan sisa waktu yang sangat terbatas sedang berkosentrasi menulis artikel di <em>English Learning Camp</em>. Semoga bisa cepat kembali mengisi artikel di blog ini lagi. </p>
<p>Terima kasih.<br />
Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=103&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/08/25/ayo-belajar-bahasa-inggris-pindah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://masgitocamp.files.wordpress.com/2009/08/bos-pindah.png" medium="image">
			<media:title type="html">bos pindah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Belajar Bahasa Inggris (2)</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/07/23/ayo-belajar-bahasa-inggris-2/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/07/23/ayo-belajar-bahasa-inggris-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 18:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[tips belajar bahasa inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita akan membahas bagaimana mengungkapkan kegiatan kita yang sedang kita lakukan. Misalnya saja saat ini kamu yang sedang membaca tulisan ini ingin mengatakan: ‘Sekarang aku sedang membaca artikel Bahasa Inggris di sebuah website’. Maka, dalam Bahasa Inggris-nya kamu bisa bilang: ‘Now, I am reading an English article in a website’. Kalau kita perhatikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=98&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini kita akan membahas bagaimana mengungkapkan kegiatan kita yang sedang kita lakukan. Misalnya saja saat ini kamu yang sedang membaca tulisan ini ingin mengatakan: ‘Sekarang aku sedang membaca artikel Bahasa Inggris di sebuah website’. Maka, dalam Bahasa Inggris-nya kamu bisa bilang: <em>‘Now, I am reading an English article in a website’</em>.  Kalau kita perhatikan kata kerja (verb) ‘membaca’ yang dalam kamus itu <em>‘write’</em>, bentuknya kemudian menjadi <em>am + reading</em>. Dalam tata bahasa bentuk kata kerja yang demikian disebut <em>Present Continuous Tense</em>. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang bentuk kata kerja dan penggunaan tense ini.<br />
<span id="more-98"></span><br />
<strong>Present Continuous Tense</strong></p>
<p>Bentuk kata kerja dengan <em>present continuous tense </em>ini mempunyai pola seperti ini</p>
<p><strong>to be + kata kerja bentuk ing.</strong></p>
<p>To be terdiri dari: <em>am, is, are, was, were</em>.<br />
Penggunaanya dalam kalimat seperti berikut ini:</p>
<p><em>I am singing.<br />
You are working.<br />
He is sleeping.<br />
She is crying.<br />
It is raining.<br />
You are all kidding.<br />
We are swimming.<br />
They are talking.</em></p>
<p>Contoh lain:</p>
<p><em>Saya sedang menulis surat untuk adikku perempuan – I am writing a letter to my younger sister.</em></p>
<p><em>Martina sedang membaca puisi di depan kelas – Martina is reading poetry in front of the class.</em></p>
<p><em>Pak Raden sedang mencuci mobilnya dengan air – Mr. Raden is washing his car with water</em>.</p>
<p><em>Kami sedang memanjat gunung Merbabu – We are climbing Mount Merbabu.</em></p>
<p><strong>Penggunaan present continuous tense:</strong></p>
<p>1. Untuk melukiskan peristiwa yang sedang terjadi pada saat pelaku berbicara</p>
<p><em>I am reading an English article</em>. ( saat ini sedang membaca)</p>
<p>2. Untuk melukiskan peristiwa yang masih berlangung, tetapi tidak harus terjadi saat ada pembicaraan.</p>
<p><em>I am writing a short story</em>. (pada saat pembicaraa belum tentu sedang menulis, tapi proyek menulisnya memang belum selesai, masih berlangsung)</p>
<p>3. Untuk melukiskan peristiwa yang sedang berlangsung ketika suatu peristiwa terjadi</p>
<p><em>When I come in to the class, she is crying in the corner.</em> (ketika saya masuk kelas, ia sedang menangis di sudut ruangan, menangisnya terjadi duluan)</p>
<p><strong>Past Continuous Tense</strong></p>
<p>Sekalian saja, ayo kita pelajari bagaimana kalau kita ingin mengungkapkan peristiwa yang sedang terjadi tapi waktunya sudah lewat, bukan saat ini. Misalnya: ‘Jam 7.00 kemarin, aku sedang menyanyi’. Itu gampang saja. Gantilah to be <strong>&#8216;am&#8217;</strong>dengan bentuk lampaunya, yaitu <strong>&#8216;was&#8217;</strong>, sehingga kalimatnya menjadi: <em>At 7.00 o’clock,  I was singing yesterday.</em></p>
<p>Untuk kalimat yang subject-nya <em>I, you, we, they</em>, tidak menggunakan <em>was</em>, tetapi menggunakan <em>were</em><strong>. Were ini adalah bentuk lampau dari are.</p>
<p><em>I <strong>was </strong>singing.<br />
You <strong>were</strong> working.<br />
He <strong>was</strong> sleeping.<br />
She <strong>was</strong> crying.<br />
It <strong>was</strong> raining.<br />
You <strong>were</strong> all kidding.<br />
We <strong>were</strong> swimming.<br />
They <strong>were</strong> talking.</em></p>
<p>Penggunaan Past Continuous Tense:</p>
<p>Kapan tenses ini digunakan? Kita bisa menggunakan <em>past continuous tense </em>untuk hal-hal berikut:</p>
<p>1. untuk melukiskan peristiwa yang sedang terjadi pada waktu yang sudah lewat, jadi bukan saat pembicaraan terjadi.</p>
<p><em>I was listening to the radio all day long.</em> (mungkin mendengarkannya seharian itu kemarin, bukan hari ini)</p>
<p>2. Untuk melukiskan peristiwa yang sedang terjadi diwaktu lampu, ketika peristiwa yang lain terjadi</p>
<p><em>Ina was finishing the exercises when he suddenly knocked the door. </em>(sedang menyelesaikan latihan- mungkin kemarin- ketika ia mengetuk pintu.</p>
<p>Coba kita ambil cerita dari pelajaran yang kemarin, dan kita kembangkan dengan menambahkan beberapa kalimat yang menggunakan <em>present continuous tense </em>dan <em>past continuous tense </em>biar lebih menarik.</p>
<p><em>I get up at 5.30 o’clock every day, but I wake up early this morning. It is 5.00 o’clock in the morning now. I open the window and the stars <strong>are still shinning</strong>. Not like the stars, the moon <strong>is getting </strong>fade. As usual, I clean the bedroom and then I take a bath. I don’t forget to brush the teeth. While I am taking a bath, my mother <strong>is preparing</strong> my breakfast. It takes around 10 minutes to get dressed. I usually have breakfast at 06.00. If I am in hurry, just take a slice of bread and drink a glass of water.</p>
<p>I go to school at 06.30. I often take the same route to go to school. There was an accident in this street yesterday. When I passed this location, people <strong>were crowding</strong> here. But there are no more people now.</p>
<p>There are many things to do in school. I learn to read, write, draw and sing. I listen to the teacher when she explains the lessons. Sometimes, she does not allow us to write anything while she <strong>is explaining</strong> the difficult subject. I go home at 12.00 and arrive at home at 13.00. After I take a rest for a few minutes, I have lunch. In the evening, I help my mother, study and watch the television. I go to bed at 21.00. When I went to bed yesterday, my mother <strong>was still watching</strong> the television and my father was reading a news paper. Tonight, they went to bed earlier.</em></p>
<p>Dari cerita yang semula pendek dan sederhana karena hanya menggunakan simple present tense, kini kita telah menambahkan beberapa kalimat dengan menggunakan present continuous tense dan past continuous tense. Ceritanya menjadi lebih menarik bukan? Itu artinya dengan mempelajari bagian ini kamu lebih pinter dari pada saat kamu mempelajari pelajaran pertama. Kamu bisa lihat sendiri kan kalau semakin banyak latihan kamu semakin pinter?</p>
<p>Tugas kamu sekarang adalah mempelajari dan berlatih membuat kalimat, bicara, atau membuat cerita dengan acuan apa yang kita pelajari dalam pelajaran 1 dan ke-2.<br />
Untuk sementara pelajaran kita sampai di sini dulu biar tidak terlalu banyak. Kita akan menyambungnya dengan pelajaran yang lain lagi, supaya kamu makin pinter.</p>
<p>(Bersambung……)<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=98&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/07/23/ayo-belajar-bahasa-inggris-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Belajar Bahasa Inggris (1) Lanjutan</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/07/23/ayo-belajar-bahasa-inggris-1-lanjutan/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/07/23/ayo-belajar-bahasa-inggris-1-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 17:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[tips belajar bahasa inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Pada pelajaran yang lalu kita sudah berlatih bagaimana mengungkapkan kegiatan kita sehari-hari dalam Bahasa Inggris. Kamu dapat mengembangkan sendiri dengan kegiatan-kegiatanmu yang lain. Umpanya mau bilang : ‘setiap hari aku bermain badminton’, ya tinggal cari di kamus apa padanan kata ‘bermain’ itu. Bermain = to play, jadi kalimatnya kita buat : I play badminton everyday. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=95&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pelajaran yang lalu kita sudah berlatih bagaimana mengungkapkan kegiatan kita sehari-hari dalam Bahasa Inggris. Kamu dapat mengembangkan sendiri dengan kegiatan-kegiatanmu yang lain. Umpanya mau bilang : ‘setiap hari aku bermain badminton’, ya tinggal cari di kamus apa padanan kata ‘bermain’ itu. Bermain = <em>to play</em>, jadi kalimatnya kita buat : <em>I play </em><em>badminton everyday</em>. Demikian seterusnya, semakin banyak kamu berlatih semakin mudah dan cepat untuk dapat berbicara. Ibaratnya orang membangun  rumah, semakin banyak bahan atau materialnya semakin mudah pelaksanaannya.<br />
<span id="more-95"></span><br />
Dalam pelajaran kali ini kita sedikit membahas mengenai tensis (tense) yang digunakan untuk mengungkapkan kegiatan kita sehari-hari.Tense adalah perubahan bentuk kata kerja menurut waktunya. Tense yang dipakai untuk mengungkapkan kegiatan yang terjadi berualang-ulang adalah &#8216;simple present tense&#8217;. </p>
<p>Dalam pelajaran yang lalu juga sudah diberikan kan rumus / pola kalimatnya, yaitu:</p>
<p><strong>subyek + verb / kata kerja bentuk I (pertama)</strong></p>
<p><em>Saya pergi sekolah berjalan kaki </em>-&gt; <em>I go to school on foot.</em><br />
<em>Kami makan malam jam 19.00</em>	-&gt; <em>We have dinner at 19.00.<br />
</em><br />
Yang perlu diperhatikan adalah bila subyek itu berupa orang ketiga tunggal atau benda, maka kata kerja bentuk pertama / simple present tense itu harus ditambah <strong>‘s’.</strong><br />
<em><br />
Ia mengecat rumah </em> &#8211; <em>He paints the house</em>.<br />
<em>Ia (perempuan) menulis surat</em> -<em> She writes a letter </em><br />
<em>Kucing itu makan ikan </em> &#8211;  <em>The cat eats fish.</em></p>
<p>Ada catatan nih: untuk kata kerja /verb yang berakhiran : <strong>o, ch, </strong><strong>x</strong>, tidak titambah ‘s’ , tapi harus ditambah <strong>‘es’</strong>, misalnya: <em>go, catch,  matches, fix, menjadi: goes, catches, matches, fixes.</em></p>
<p>Kapan present simple tense ini digunakan? </p>
<p>Jika kita ingin mengungkapkan kegiatan rutin yang terjadi setiap hari, kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan (habitual actions). Juga kejadian-kejadian yang sudah menjadi kebenaran umum (general truth).</p>
<p><em>Setiap hari aku pergi ke sekolah</em> &#8211; <em>I go to school every day </em>(dilakukan sehari-hari)<br />
<em>Ibuku memasak di dapur &#8211; My mother cooks at the kitchen </em>(kebiasaan).</p>
<p><em>Matahari terbit dari timur – The sun arises at the east</em> (sudah menjadi kebenaran umum)<br />
<em>Bumi itu dundar – The earth is round </em>(sudah diyakini demikian).</p>
<p>Kalau kita ingin mengatakan: ‘saya tidak pergi ke sekolah’ bagaimana? Tinggal menambahkan kata bantu<strong> &#8216;do not&#8217;</strong> atau disingkat <strong>don’t.</strong></p>
<p><em>Aku tidak suka mancing – I do not like fishing.<br />
Kita tidak membuang sampah di jalan – We do not throw any garbage at the streets.</em></p>
<p>Yang perlu diperhatikan adalah kalau subyeknya: <em>he , she, it,</em> tidak ditambahkan &#8216;do not&#8217; tapi <strong>&#8216;does not&#8217;.</strong></p>
<p><em>Christ tidak makan pisang itu karena ia tidak menyukainya -<br />
Christ <strong>does not</strong> eat the banana because he <strong>does not</strong> like it.<br />
</em><br />
<em>Tina tidak menemui adiknya karena ia tidak punya cukup waktu -<br />
Tina <strong>does not</strong> meet her sister because she <strong>does not </strong>have enough time.</em></p>
<p><em>Kambing tidak suka mandi &#8211; Goat <strong>does not</strong> like taking a bath.</em></p>
<p>Kalau kita mau membuat kalimat tanya dengan menggunakan simple present tense ini, caranya mudah saja, tunggal menambahkan kata &#8216;do&#8217; atau &#8216;does &#8216;(untuk he, she, it) di depan kalimat dan menaruh tanda tanya (?) di belakang kalimat.</p>
<p><em>Apakah kamu makan tiga kali sehari?<br />
<strong>Do</strong> you eat three times a day<strong>?  </strong></em></p>
<p><em>Apakah Tono setia pada janjinya?<br />
<strong>Does</strong> Tono keep his promise<strong>?</strong></em></p>
<p><em>Apakah jogging membuat kita sehat?<br />
Does jogging make us healty<strong>?</strong></em></p>
<p><strong>Rangkuman tentang Simple Present Tense:</strong></p>
<p>Digunakan untuk mengungkapkan kegiatan yang <strong>terjadi sehar-hari </strong>atau sesuatu yang sudah menjadi kebenaran umum.</p>
<p><strong>Rumusnya : subject + verb bentuk pertama</strong></p>
<p>Untuk membuat kalimat negatif : ditambahkan &#8216;do not&#8217; atau &#8216;does not&#8217; di depan kata kerja verb</p>
<p>Untuk membuat kalimat tanya: Tambahkan &#8216;do&#8217; atau &#8216;does&#8217; di awal kalimat dan akhiri dengan tanda tanya (?).</p>
<p>(Bersambung ke tenses yang lain…..)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=95&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/07/23/ayo-belajar-bahasa-inggris-1-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Belajar Bahasa Inggris (1)</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/06/27/ayo-belajar-bahasa-inggris-1/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/06/27/ayo-belajar-bahasa-inggris-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 17:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[inggris]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Bahasa Inggris itu gampang kok! Mau bisa bicara menggunakan Bahasa Inggris ? Itu gampang! Setiap hari kita melakukan kegiatan. Kegiatan itu dilakukan ada yang sudah lampau, ada yang dilakukan setiap hari, atau pun baru akan dilakukan. Kita punya kegiatan, itu artinya untuk bicara bahasa Inggris kita sudah punya modal. Kan bicara itu hanya mengungkapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=89&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar Bahasa Inggris itu gampang kok!</p>
<p>Mau bisa bicara menggunakan Bahasa Inggris ? Itu gampang! Setiap hari kita melakukan kegiatan. Kegiatan itu dilakukan ada yang sudah lampau, ada yang dilakukan setiap hari, atau pun baru akan dilakukan. Kita punya kegiatan, itu artinya untuk bicara bahasa Inggris kita sudah punya modal. Kan bicara itu hanya mengungkapkan pikiran kita dengan kata-kata agar bisa dipahami oleh orang lain. Tapi kenapa sampai sekarang saya belum juga bisa bicara ya, padahal saya sudah belajar Bahsa Inggris beberapa tahun di sekolah? Nah, itu dia masalahnya! Kemungkinannya bisa seperti ini: pertama) anda sendiri kurang punya keinginan untuk bisa bicara, kedua) kurang latihan bicara, atau ketiga) mungkin menggunakan cara belajar yang kurang pas. Padahal bicara bahasa Inggris itu gampang lho, belajar Bahasa Inggri itu seperti orang bikin kue saja. Mau tahu? <a href="http://bahasainggris.net">Lihat di sisni!</a><br />
<span id="more-89"></span><br />
Kembali ke soal bicara Bahasa Inggirs, mari kita lihat ilustrasi ini. Kita yang hidup di negeri Indonesia ini sudah biasa mengendarai mobil di jalur sebelah kiri. Kalau ada orang yang melawan arus, kita langsung teriak: ‘Kamu salah jalan!’ Di luar negeri sana, pengemudi ada di jalur sebelah kanan karena memang peraturannya begitu. Apa itu salah? Ya tidak. Nah, sekarang coba bayangkan seolah-olah kita lagi ada di luar negeri dan harus mengemudi di jalur kanan. Pasti tidak senyaman kalau kita mengemudi di jalur kiri, paling gak untuk tahap awalnya. Mungkin cara kita belajar Bahasa Inggris selama ini seperti itu juga, metodenya kurang pas. sehingga pada awalnya terasa sangat susah. Awal yang terasa susah ini lantas jadi alat vonis mati: ‘Bahasa Inggris itu susah!’ Wah, kasihan bahasa Inggrisnya. Lebih parahnya lagi kalau sudah divonis begini, kesempatan untuk bisa memang benar-benar mati. Sebaliknya, kalau kesan pertama anda ‘belajar Bahasa Inggris itu gampang’, maka selanjutnya memang gampang beneran. Bukankah kesan pertama itu begitu menggoda?</p>
<p>Ayo kita ke materi!</p>
<p>Kebanyakan cara belajar kita selama ini memakai pola Inggris – Indonesia. Materi yang ditulis dalam Bahasa Inggris itu dipelajari, diterjemahkankan ke dalam Bahasa Indonesia untuk menahaminya , lalu diekspresikan dalam out put tulis atau lesan. Akibatnya kalau kita mesti bicara Bahasa Inggris jadi kesulitan. Pola pikirnya jadi: Inggris – Indonesia – Inggris (3 langkah). Coba kita ubah cara belajar kita dengan menggunakan pola Indonesia – Inggris. Materi teks bahasa Indonesia kita pelajari dan diartikan ke Bahasa Inggris. Pola pikirnya jadi: Indonesia – Inggris ( 2 langkah). Materi dalam Bahasa Indonesia dipelajari – langsung diekspresikan dalam Bahasa Inggris, bisa lesan bisa tulis.</p>
<p>Yuk kita persiapkan prasarananya, kita mulai pelajarannya:</p>
<p>1. Siapkan kamus Indonesia – Inggris yang cukup lengkap, termasuk cara pengucapan katanya <em>(pronunciation)</em><br />
2. Alat-alat tulis: buku tulis, kertas dan ball point , pencil<br />
3. Alat perekam surana: tape recorder , VCD player, DVD (kalau punya)</p>
<p>Sekarang kita mulai belajarnya. Setiap orang mempunyai kegiatan yang berdea-beda. Kita ambil contoh kegitan anak sekolah.</p>
<p>Langkah pertama:</p>
<p>Tulis kegiatan rutin kamu sehari-hari dan cari padanan katanya di kamus Indonesia – Inggris:</p>
<p>Contoh:<br />
• bagun tidur &#8211; <em>get up</em><br />
• mandi &#8211; <em>take a bath</em><br />
• sikat gigi &#8211; <em>brush the teeth</em><br />
• berpakaian &#8211; <em>get dressed</em><br />
• makan pagi &#8211; <em>have breakfast</em><br />
• minum &#8211; <em>drink</em><br />
• pergi sekolah &#8211; <em>go to school</em><br />
• mulai &#8211; <em>begin</em><br />
• menulis &#8211; <em>write</em><br />
• membaca &#8211; <em>read</em><br />
• mendengarkan &#8211; <em>listen to</em><br />
• bercerita &#8211; <em>tell</em><br />
• menggambar &#8211; <em>draw</em><br />
• menyanyi &#8211; <em>sing</em><br />
• menghapus &#8211; <em>erase</em><br />
• pulang &#8211; <em>go home</em><br />
• tiba &#8211; <em>arrive</em><br />
• membantu (ibu) &#8211; <em>help (mother)</em><br />
• belajar &#8211; <em>study</em><br />
• menonton televisi &#8211; <em>watch (television)</em><br />
• selesai &#8211; <em>finish</em><br />
• tidur &#8211; <em>go to bed</em></p>
<p>• dan seterusnya…….</p>
<p>Langkah kedua:</p>
<p>Kalau kita akan menggunakan kata-kata itu untuk mengungkapkan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, maka susunanlah kata-kata itu ke dalam kalimat seperti ini:</p>
<p><strong>Subyek + kata kerja bentuk I</strong> (pertama), (subject + simple present tense)</p>
<p>Seperti yang kamu tahu, subyek dalam Bahasa Inggris itu adalah:</p>
<p><em>I </em>- aku/saya orang pertama tunggal<br />
<em>You</em> &#8211; kamu/kalian orang ke dua tunggal / jamak<br />
<em>He</em> &#8211; ia (laki-laki) orang ketiga tunggal, laki-laki<br />
<em>She</em> &#8211; ia (perempuan) orang ketiga tunggal,perempuan<br />
<em>It</em> &#8211; ini / itu benda<br />
<em>We</em> &#8211; kami / kita orang pertama jamak<br />
<em>They</em> &#8211; mereka orang ketiga jamak</p>
<p>Saya bangun tidur &#8211; <em>I get up.</em><br />
Saya membersihkan<br />
kamar tidur &#8211; <em>I clean my bedroom.</em><br />
Saya menyikat gigi &#8211; <em>I brush the teeth</em><br />
Saya berpakaian &#8211; <em>I get dressed.</em><br />
Saya makan pagi &#8211; <em>I have breakfast.</em><br />
Saya minum &#8211; <em>I drink.</em><br />
Saya pergi sekolah &#8211; <em>I go to school</em><br />
Saya menulis &#8211; <em>I write.</em><br />
Saya membaca &#8211; <em>I read.</em><br />
Saya mendengarkan<br />
pelajaran &#8211; <em>I listen to the lesson.</em><br />
Saya bercerita &#8211; <em>I tell</em><br />
Saya menggambar &#8211; <em>I draw</em><br />
Saya menyanyi &#8211; <em>I sing</em><br />
Saya menghapus &#8211; <em>I erase</em><br />
Saya pulang &#8211; <em>I go home</em><br />
Saya tiba (di rumah) &#8211; <em>I arrive at home</em><br />
Saya membantu (ibu) &#8211; <em>I help (my mother)</em><br />
Saya belajar -<em>I study</em><br />
Saya menonton TV &#8211; <em>I watch TV.</em><br />
Saya tidur &#8211; <em>I go to bed</em></p>
<p>Langkah ketiga:</p>
<p>Bacalah kegiatan kamu itu keras-keras dan berulang-ulang! Bisa?? Nah, kalau bisa artinya kamu sudah bisa Bahasa Inggris.</p>
<p>Tapi kok kelihatannya ceritanya kurang menarik ya? Gak usah kecil hati, Yuk kita kembangkan begini:</p>
<p>Kegiatanku Sehari-hari</p>
<p>Setiap hari aku bangun pagi jam 5.30. Aku langsung bersih-bersih kamar tidur. Selesai bersih-bersih kamar, aku mandi. Aku tidak lupa gosok gigi. Aku perlu waktu 10 menit untuk berpakaian. Aku makan pagi jam 06.00. Minumnya segelas air putih. Jam 07.00 aku berangkat ke sekolah. Di sekolah, aku belajar membaca, menulis, menggambar dan bernyanyi. Ketika guru menjelaskan pelajaran, aku mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Aku juga mambatu bu guru membersihkan papan tulis. Jam 12.30, aku pulang. dan sampai di rumah jam 13.00. Setelah istirahat sebentar, aku makan siang. Sorenya aku membantu ibu, belajar dan nonton TV. Aku tidur jam 21.00.</p>
<p>Wah, ternyata lebih menarik ya kalau dibuat cerita. Supaya lebih keren lagi, ayo kita cerita dalam Bahasa Inggris. Pakai kamus Indonesia-Inggris-mu untuk membuat cerita ini:</p>
<p><em>My Daily Activities</p>
<p>I get up at 5.30 o’clock every day. I directly clean the bedroom. After I finish cleaning the room, I take a bath. I don’ forget to brush the teeth. It takes me 10 minutes to get dressed. I usually have breakfast at 06.00. I drink a glass of water. At 70.00, I go to school. I learn to read, write, draw and sing. I listen to the teacher when she explains the lessons. I go home at 12.00 and arrive at home at 13.00. After I take a rest for a few minutes, I have lunch. In the evening, I help my mother, study and watch the television. I go to bed at 21.00.<br />
</em><br />
Langkah keempat:</p>
<p>Mungkin untuk membuat cerita itu kamu mesti nulis dulu di kertas. It gak masalah. Sekarang hafalkan cerita itu dan coba ceritakan kembali di depan papa –mama. Atau kalau kamu punya alat perekam, rekamlah saat kamu menceritakannya. Putar kembali rekaman itu dan banggalah dengan dirimu.</p>
<p>(bersambung ke pelajaran mendatang……)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=89&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/06/27/ayo-belajar-bahasa-inggris-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Prita,… Pentingnya Profesionalisme!</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/06/27/kasus-prita%e2%80%a6-pentingnya-profesionalisme/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/06/27/kasus-prita%e2%80%a6-pentingnya-profesionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 17:31:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya hari Kamis, 25 Juni 2009, hakim Pengadilan Negeri Tangerang membatalkan tuntutan jaksa atas Prita Mulyasari (33 tahun) terdakwa pencemaran nama baik rumah sakit Omni International Alam Sutera Serpong, Tangerang. Majelis hakim menilai dakwaan jaksa dalam kasus pencemaran nama baik ini sebagai kabur, tidak jelas dan tidak cermat. Dalam suatu wawancara di televisi setelah merebaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=85&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Akhirnya hari Kamis, 25 Juni 2009, hakim Pengadilan Negeri Tangerang membatalkan  tuntutan jaksa atas Prita Mulyasari (33 tahun) terdakwa pencemaran nama baik rumah sakit Omni International Alam Sutera Serpong, Tangerang. Majelis hakim menilai dakwaan jaksa dalam kasus pencemaran nama baik ini sebagai kabur, tidak jelas dan tidak cermat. Dalam suatu wawancara di televisi setelah merebaknya berita Prita ditahan, Jaksa Agung Hendarwan Supandji mengatakan bahwa ada indikasi jaksa penuntut umum tidak profesional dalam mengadakan penuntutan. Profesionalisme mutlak diperlukan bagi setiap orang, terlebih pada mereka yang ada di bidang pelayanan umum karena di tangan mereka nasib orang yang tak berdosa bisa dikorbankan.<br />
<span id="more-85"></span><br />
Prita Mulyasari dijemput petugas Kejaksaan Negeri Tangerang dan tidak diperbobehkan pulang pada tanggal 13 Mei 2009, setelah Pengadilan Negeri Tangerang mengabulkan tuntutan perdata rumah sakait Omni Internatinal Alam Sutera, Tangerang. Prita diharuskan membayar Rp.161 juta sebagai uang pengganti klarifikasi di media masa dan Rp. 100  juta sebagai ganti kerugian immaterial.</p>
<p>Kebebasan hidup Prita terampas karena ditahan pihak kejaksaan dan dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Wanita, Tangerang, Banten. Penyebab terjadinya tragedi ini adalah karena pada tanggal 15 Agustus 2008 Prita mencurahkan keluh kesahnya terhadap buruknya pelayanan rumah sakit Omni International melalui e-mail. Email ini ia kirimkan kepada beberapa temannya dan segera menyebar luas di dunia maya.</p>
<p>Prita dianggap telah melanggar pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang No. 11 Tahun 2008, tetang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman pasal 27 ayat 3 UU ITE ini bisa menggiring Prita ke penjara selama enam tahun.</p>
<p>Berita ditahannya Prita segera mendapat tanggapan luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi sempat menarik perhatian International. Kalangan pengguna layanan dunia maya bereaksi dengan keras dan menuntut agar Prita dibebaskan. Alasannya penahanan terhadap Prita dianggap tidak berdasar. Tulisan yang dikirim melaui e-mail kepada rekean-rekannya adalah sekedar keluhan terhadap buruknya pelayanan rumah sakit yang tidak tansparan. Penerapan pasal UU ITE yang gegabah dapat menjadi preseden buruk terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat. Salah satu bentuk dukungan moral kepada Prita adalah tergalangnya ratusan ribu dukungan yang terkumpul melalui jejaring sosial Face Book. Beberapa kantor berita dan situs asing di Singapura, Australia, Afrika Selatan dan negara lainnya pun memuat kasus Prita ini.</p>
<p>Banyaknya dukungan terhadap Prita dan berbagai tanggapan yang mengkritik kinerja jaksa penuntut umum berkembang luas. Barangkali ini pula yang akirnya membuat Kejaksaan Negeri Tangerang mengubah status tahan Prita menjadi tahanan rumah. Bahkan tidak lama berselang status tahanan Prita segera berubah menjadi tahanan kota.</p>
<p>Ucapan syukur Prita segara merebak sesegera setelah hakim yang menyidangkan kasusnya membacakan putusaan bahwa dakwaan penuntut umum batal demi hukum. Salah satu alasan pembatalan adalah karena surat dakwaan tidak cermat dalam hal menetapkan pasal 27 ayat 3 UU ITE. Menurut putusan hakim tersebut pasal itu belum bisa diterapkan karena baru efektif setelah dua tahun diundangkan atau efektif per tanggal 21 April 2010.</p>
<p>Yang gembira menyambut pembebasan Prita tentu bukan hanya Prita sendiri, tetapi juga keluarga, para pendukung dan pihak yang simapati kepadanya. Bahkan wakil presiden Yusuf Kalla pun ketika dimintai tanggapannya ikut senang atas pembebasan Prita. Dalam penilaiannya wakil presiden itu berpendapat telah terjadi kecerobohan dalam penuntutan terhadap Prita.</p>
<p>Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisal Abdul Kadir Mappong, menghimbau seluruh Pengadilan di Indonesia agar hati-hati dalam menangani kasus pencemaran nama baik. Menurutnya pasal yang dikenankan terhadap pencemaran nama baik seperti karet yang dapat ulur, dipanjangpendekkan sesuai dengan kepentingan. Penerapan pasal ini harus dilakukan secara-hati-hati, karena selain pasal baru juga ada undang-undang lain yang menjamin kebebasan berpendapat.</p>
<p>Yang menarik adalah tanggapan dari Wakil Kepala Devisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Pol) Sulistyo Ishak. Menurutnya, dalam menerima laporan pencemaran nama baik polisi juga harus memeriksa isi materi dari laporan itu. Perlu ditelisik apakah benar telah terjadi pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan. Kalau ternyata materi laporan tidak benar dan tidak ada unsur pencemaran, ya bisa dilakukan penghentian penyelidikan atau penyidikan. Ini pendapat yang sangat tepat tentunya.</p>
<p>Keluh kesah Prita terhadap buruknya pelayanan rumah sakit Omni International dalam e-mailnya sebenarnya lebih merupakan jeritan hati yang tidak pernah mendapatkan tanggapan dari pihak rumah sakit. Menurut Ketua Yayasan Konsumen Indonesia, hal ini terjadi karena pihak rumah sakit tidak transparan terhadap hak-hak pasiennya. Mestinya pihak pasien berhak mendapatkan rekam medik terhadap keluhan penyakit yang dideritannya.</p>
<p>Belajar dari kasus yang menimpa diri Prita tersebut kita perlu menggarisbahwahi pentingnya profesionalime dalam setiap pekerjaan. Mendengar kata ‘profesional’ selama ini yang terbayang dalam benak kita adalah karir para profesional yang erat dengan kecerdasan intelektual tinggi dan keahlian yang hanya dimiliki sedikit orang. Yang segera tertangkap pikiran kita adalah pekerjaan seorang dokter, pengacara, dosen, psikolog, arsitek dan semacamnya,  yang pendek kata hanya dimiliki kaum intelektual.</p>
<p>Sopir angkutan umum, penjaga lintasan kereta api, tukang becak atau pun kita yang tidak berprofesi bergensi itu dianggap bukan kaum profesional. Padahal profesionalisme wajib dimiliki semua orang. Kita ambil contoh seorang sopir angkot. Apa yang terjadi bila sopir angkot tidak harus profesional? Bisa jadi hanya dalam hitungan sepersekian detik sekian orang tak berdosa akan nenambah panjangnya daftar korban lalu lintas yang nyawanya melayang sia-sia. Profesionalisme mutlak diperlukan dalam setiap tugas apa pun bentuknya, sekecil apa pun anggapan orang. Tidak adanya profesionalisme selain bisa merugikan diri sendiri juga bisa merugikan orang lain.</p>
<p>Terlebih bagi mereka yang ada di dalam bidang pelayanan umum dan penegakan hukum mestinya profesionalisme harus menjadi prioritas. Bukan hanya sekedar profesionalisme biasa, tetapi profesionalisme yang <em>non-negotiable</em> atau <em>non-commercial</em>, artinya profesionalisme yang tidak dapat dipanjangpendekkan atau dikomersialkan demi kepentingan pihak yang kuat. Bila ini dimiliki maka si kecil pun punya kesempatan untuk tidak selalu menjadi yang kalah. Dan yang pasti tidak ada lagi ketakuan untuk mengeluarkan pendapat.</p>
<p>Juga tidak akan ada ketakutan menulis keluh kesah di e-mial atau pun blog seperti ini.</p>
<p>dari: Belajar Menggapai Langit<br />
also visit,  http://englishlearnigcamp.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=85&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/06/27/kasus-prita%e2%80%a6-pentingnya-profesionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Ilmu Pasti dan Ilmu Ragu-Ragu</title>
		<link>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/05/25/antara-ilmu-pasti-dan-ilmu-ragu-ragu/</link>
		<comments>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/05/25/antara-ilmu-pasti-dan-ilmu-ragu-ragu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 16:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mugito Guido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wira Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masgitocamp.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Di era sebelum tahun 70-an kelompok mata pelajaran eksakta dinamai ilmu pasti. Di kelompok lain, mata pelajaran yang lebih banyak menggunakan hafalan tetap disebut sebagai ilmu sosial. Mengapa ilmu eksakta disebut ilmu pasti? Ya, karena dalam ilmu eksakta ini lebih banyak mempelajari data numerik, data yang relatif lebih pasti. Yang dibahas adalah rumus-rumus dan angka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=79&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era sebelum tahun 70-an kelompok mata pelajaran eksakta dinamai ilmu pasti. Di kelompok lain, mata pelajaran yang lebih banyak menggunakan hafalan tetap disebut sebagai ilmu sosial. Mengapa ilmu eksakta disebut ilmu pasti? Ya, karena dalam ilmu eksakta ini lebih banyak mempelajari data numerik, data yang relatif lebih pasti. Yang dibahas adalah rumus-rumus dan angka yang memberikan hasil operasi hitung yang pasti.<br />
<span id="more-79"></span><br />
Dalam memulai bisnis kita juga menggunakan prinsip ilmu pasti, karena kalau tidak pasti akan berhasil buat apa memulai bisnis? Memang dalam bisnis tidak ada jaminan pasti akan berhasil.  Di balik sisi berhasil ada sisi gagal, artinya dalam berbisnis kalau tidak berhasil yang bangkrut. Nah, karena yang diharapkan adalah kepastian berhasil, maka sebelum bisnis dilakukan perlu tindakan awal untuk mendekatkan keberhasilan dan menjauhkan kebangkrutan. Istilahnya adalah studi kelayakan atau <em>feseability study</em>. Sering dari hasil studi kelayakan ini lantas dibuatlah suatu proposal kelayakan usaha untuk mengetahui seberapa besar prospek dari usaha yang akan dimulai. Kalau dari hitung-hitungan bisnis dianggap layak, dimulailah bisnis.</p>
<p>Otak manusia terdari dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan digunakan untuk hal-hal yang kreatif, penuh eksperimen, dinamis, penuh petualang, sedangkan otak kiri lebih berfungsi untuk pemikiran yang sifatnya penuh hitung-hitungan. Dalam memulai bisnis ada orang yang cenderung lebih menggunakan otak kanan, ada yang lebih banyak menggunakan otak kiri.</p>
<p>Mereka yang termasuk dalam kelompok cenderung menggunakan otak kanan lebih banyak menggunakan instink dari pada perhitungan yang njelimet di atas kertas. Apa yang diyakini baik langsung dimulai. Hambatan dan kendala yang mungkin akan timbul tidak perlu terlalu dicari-cari apalagi dibuatkan daftar panjang seperti daftar menu di warung kuliner. Mereka mengutamakan kreativitas dan terobosan-terobosan. Kendala yang timbul dicarikan solusinya sambil jalan. Gelombang yang menghantam, keterbatasan, keadaan yang sudah kepepet, ketidakmapanan justru akan membuat orang jadi kreatrif. Sering solusi yang ditemukan tidak ada dalam teori, muncul dari kreativitas, spontan dan jitu. Pelaku bisnis ini menjadi profesional karena belajar langsung di lapangan. Karena tindakannya dalam memulai usaha yang nampaknya seperti ‘tidak memakai otak’ kelompok ini sering dianggap orang atau menjuluki dirinya sebagai orang gila.</p>
<p>Kelompok yang kedua adalah mereka yang lebih dominan dalam menggunakan fungsi otak kiri. Sebelum memulai bisnis, melakukan dulu studi kelayakan dengan sangat teliti, mengenai visi dan misi, modal, prasarana, pangsa pasar, analisa keunggulan dan kekurangan, prospek keuntungan yang akan diperoleh dan lain-lainnya.  Mereka menekankan kehati-hatian sehingga sebelum memulai menghitung kemunginan-kemungkinan yang bisa terjadi, supaya resiko kegagalan bisa diminimalisir sekecil mungkin.</p>
<p>Mana yang terbaik dari keduanya? Purdi E Chandra, si boss Primagama, yang kini mempunyai sekitar 700 cabang di seluruh Indionesia memulai bisnisnya dengan nekat mendirikan lembaga bimbingan belajar yang diawali dengan 2 orang murid anak tetangga. Dengan Entrepeneurship University-nya yang kini telah menelorkan pebisnis-pebisnis muda yang ulet, ia  menyebarkan virus bisnis  nekat dengan menggunakan otak kanan. Menurut beliau, dalam bisnis yang terpenting adalah memulainya. Kalau sudah dimulai, maka permasalahan yang timbul pasti bisa diatasi dengan kreativitas. Resep ‘9 Cara Gila Jadi Pengusaha’ yang ia ajarkan, ternyata dari momor 1 sampai 9 sama: MULAI.</p>
<p>Bob Sadino mengakui dulu dianggap sebagai orang gila. Orang kaya yang beberapa tahun hidup di Hamburg dan Amesterdam ini, tahun 1967 dengan sengaja memutuskan kembali ke Jakarta dan menjadi orang miskin. Hidupnya dimulai dari nol sebagai kuli bangunan dan sopir taxi. Pioneer di bidang agrobisnis dan agro industri di bawah bendera Kemchicks Group ini, memulai usahanya dengan kenekatan menggunakan otak kanan.</p>
<p>Masih banyak contoh pelaku bisnis yang berhasil dalam usahanya hanya dengan modal nekat alias modal dhengkul. Mereka tidak terlalu banyak menghitung, yang penting bagi mereka mulai dengan optimisme. Jatuh bangun dalam usaha justru membuat mereka menjadi besar karena keterpaksaan dan keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasannya justru membuat mereka kreatif menemukan solusi yang mungkin tidak ada dalam teori dan tak seorang pun tahu sebelumnya.</p>
<p>Menghitung kelayakan usaha sebelum memulainya tentu baik. Meminimalkan resiko untuk mengurangi kerugian tentu sudah seharusnya. Yang berbahaya adalah setelah membuat kelayakan usaha ini kita kemudian malah takut gagal. Kita menjadi pesimis dengan mengandaikan kegagalan yang belum tentu terjadi. Bisnis belum dimulai tetapi kita sering sok tahu dengan prasangka negatif. Jangan – jangan nanti…, jangan-jangan nanti ….., ya kalau berhasil, kalau tidak habis saya….dan ungkapan lain yang mencerminkan ketidak-percayaan diri.</p>
<p>Banyak orang mengeluhkan tidak adanya modal atau kurangnya prasarana dalam memulai usaha. Dalam kenyataannya kesulitan terbesar dalam usaha adalah: MEMULAINYA. Bisnis tidak pernah akan ada tanpa dimulai. Memulai usaha akan menghadapi dua kemungkinan, yaitu keberhasilan atau kegagalan. Memulai artinya ada kesempataan untuk berhasil, sedangkan tidak mulai sudah jelas itu kegagalan. Sebaik apa pun proposalnya, bila usaha itu hanya di atas kertas, maka itu hanyalah sebuah impian, impian dari sebuah ilmu ragu-ragu. Sebaliknya bisnis yang sudah dimulai, sekalipun kecil dengan keterbatasannya, itu adalah sebuah kepastian.</p>
<p>Dalam memulai suatu usaha memang sering terjadi bila terlalu banyak menggunakan perhitungan matematis hasilnya malah ragu-ragu. Sebailnya usaha yang dimulai dengan instink dan keyakinan walaupun sedikit hitung-hitungan hasilnya malah pasti. Keberhasilan suatu usaha sering dipengaruhi oleh optimisme kita saat memulainya.</p>
<p>Selamat berwira usaha.<br />
Dari  belajar menggapai langit – Learning the best life.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masgitocamp.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masgitocamp.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masgitocamp.wordpress.com&amp;blog=7462086&amp;post=79&amp;subd=masgitocamp&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masgitocamp.wordpress.com/2009/05/25/antara-ilmu-pasti-dan-ilmu-ragu-ragu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c7c46d7c83f6a82f27149137eecd230?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mugito Guido</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
