Belajar Menggapai Langit Blog

Mei 9, 2009

Sekolah Manajemen Waktu

Filed under: Motivasi — Mugito Guido @ 4:41 pm

Rasanya sudah sangat akrab di telinga kita istilah ‘manajemen’. Banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang menejemen. Demi gampangnya saya buat definisi sendiri: ilmu mengelola. Mengelola dari yang kurang atau hal yang biasa saja menjadi lebih. Lebih dalam arti yang positif: lebih baik, lebih efisien, lebih produktif, dan lebih-lebih yang lain.

Selain manajemen yang berdiri sendiri sebagai ilmu, yaitu ilmu yang membahas teori-teori manajemen, ilmu mengelola ini kebanyakan lantas diterapkan pada bidang-bidang lain. Misalnya bagaimana cara mengatur uang dengan baik, ada ilmu manajemen keuangan. Ilmu yang memberikan arahan bagaimana mengelola sumber daya manusia yang baik , ada manajemen personalia. Mau tahu bagaimana mengelola informasi yang baik, ada pula ilmu manajemennya.

Mau memperdalam perihal manajemen ini lebih jauh? Banyak pilihan. Bisa mengambil pendidikan formal, ada juga pelatihan-pelatihan yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga penyedia layanan. Seminar, workshop, lokakarya dan semacamnya tidak kurang banyaknya. Misalnya kita tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang keuangan, bisa menimbanya di sekolah manajemen keuangan.

Mengapa ada ilmu manajemen khusus yang membahas keuangan ? Ya karena uang, dianggap penting, maka perlu adanya pengaturan yang baik. Lahirlah sekolah manajemen keuangan. Mengapa ada ilmu manajemen sumber daya manusia? Ya karena sumber daya manusia dianggap salah satu penentu keberhasilan suatu usaha, maka lahirlah ilmu tetang mengelola manusia ini.

Pernahkah kita dengar sekolah manajemen waktu? Inilah barangkali yang belum ada pendirinya. Mengapa belum ada yang mendirikan sekolah mengelola waktu? Apakah karena waktu bukan merupakan hal yang penting seperti uang ? Jawabnya: bisa ya, bisa tidak.

“Bahkan Saya juga mengorbankan hal yang paling berharga dalam hidup saya, yaitu waktu. WAKTU adalah komoditas yang paling berharga…diatas segalanya, WAKTU adalah KEHIDUPAN Anda.” Ini bukan saya yang bilang, tetapi ini Pak Tung Desem Waringin yang menulis dalam initial public offer peluncuran portal pembelajaran http://www.tdwuniversity.com Paling tidak bagi Pak Tung, WAKTU adalah hal yang paling berharga, bahkan di atas segalannya. Artinya waktu lebih berharga dari pada uang.

Secara umum mungkin akan banyak yang setuju kalau dikatakan waktu itu berharga, atau bahkan sangat berharga. Satu detik waktu bisa jadi akan sangat berharga bagi penerobos lampu merah atau perlintasan rel kereta api. Satu detik terlambat, bisa jadi jatah waktu hidupnya berakhir di sini. Siapa yang masih berani bilang waktu tidak berharga?

Sayangnya kita justu sering menyalahkan dan mengorbankan waktu yang tidak bersalah ini. Tidak bisa mengerjakan semua soal ujian misalnya, lalu menyalahkan waktu: terang saja gak selesai, abis waktunya gak cukup! Benarkah waktu penyebabnya? Bukannya karena kita yang tidak belajar selama ini? Atau kalau kita tidak dapat mencapai target penjualan lalu bilang: ‘Atur waktunya!’. Seakan-akan waktunya yang tidak punya aturan. Seakan-akan ketidak-berhasilan kita disebabkan oleh waktu, bukan oleh diri kita. Bukankah kita yang seharusnya berusaha mencapai target itu dalam waktu yang telah ditentukan, dan bukannya minta tambahan waktu untuk mencapai target kita? Dalam hidup ini memang kita sering begitu jahatnya mengorbankan waktu untuk pembenaran diri kita. Kita cenderung menyalahkan waktu untuk menutupi ketidakmampuan atau kesalahan kita sendiri. Waktu yang kita perkosa menuruti kemauan kita.

Sesungguhnya waktu tidak dapat kita atur. Ia tetap akan berlalu, apa pun yang terjadi. Apabila jatah waktu hidup seseorang 70 tahun, tak seorang pun yang dapat mengatur waktu dengan minta tambahan jatah atau perpanjangan. Yang bisa kita atur hanyalah timer atau alat pengukur waktunya. Alat ini bisa kita seting balik mulai dari no lagi, semau kita, tetapi tidak demikian halnya dengan waktu itu sendiri. Ia akan tetap berlalu tanpa mempedulikan kita.

Dalam hidup ini, kitalah yang seharusnya berusaha untuk mencapai sesuatu dalam waktu yang telah ditentukan, bukannya minta tambahan waktu untuk sesuatu yang tidak dapat kita selesaikan. Bila ini bisa kita lakukan, maka kita telah mendirikan sekolah menejemen waktu untuk diri kita sendiri. Ini barangkali cara Pak Tung bisa melihat bahwa waktu adalah hal yang paling berharga dan di atas segalanya. Menggunakan waktu hanya untuk kebutuhan. Bukan seperti kita yang selalu mengganggap waktu bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita. Kita menganggap waktu adalah hal yang gampang diatur.

Mari mendirikan sekolah mengelola waktu untuk diri kita sendiri. Jangan biarkan kita menyadari bahwa waktu sangat berharga saat jatah waktu kita sudah nyaris habis. Dan saat itu baru kita menyadari bahwa ternyata kita selama ini belum berbuat apa-apa. Waktu tidak dapat kita atur balik, yang bisa diatur hanyalah alat pengukurnya. Mari kita menyadarinya sekarang.

Salam

1 Komentar »

  1. dasyat sekali anak bangsa yang terus bertekat membangun dengan pengetauhan
    lanjutkan…terus…

    Komentar oleh mas sugeng pri — Mei 19, 2009 @ 1:43 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: