Belajar Menggapai Langit Blog

Mei 25, 2009

Antara Ilmu Pasti dan Ilmu Ragu-Ragu

Filed under: Wira Usaha — Mugito Guido @ 4:48 pm
Tags: , , ,

Di era sebelum tahun 70-an kelompok mata pelajaran eksakta dinamai ilmu pasti. Di kelompok lain, mata pelajaran yang lebih banyak menggunakan hafalan tetap disebut sebagai ilmu sosial. Mengapa ilmu eksakta disebut ilmu pasti? Ya, karena dalam ilmu eksakta ini lebih banyak mempelajari data numerik, data yang relatif lebih pasti. Yang dibahas adalah rumus-rumus dan angka yang memberikan hasil operasi hitung yang pasti.

Dalam memulai bisnis kita juga menggunakan prinsip ilmu pasti, karena kalau tidak pasti akan berhasil buat apa memulai bisnis? Memang dalam bisnis tidak ada jaminan pasti akan berhasil. Di balik sisi berhasil ada sisi gagal, artinya dalam berbisnis kalau tidak berhasil yang bangkrut. Nah, karena yang diharapkan adalah kepastian berhasil, maka sebelum bisnis dilakukan perlu tindakan awal untuk mendekatkan keberhasilan dan menjauhkan kebangkrutan. Istilahnya adalah studi kelayakan atau feseability study. Sering dari hasil studi kelayakan ini lantas dibuatlah suatu proposal kelayakan usaha untuk mengetahui seberapa besar prospek dari usaha yang akan dimulai. Kalau dari hitung-hitungan bisnis dianggap layak, dimulailah bisnis.

Otak manusia terdari dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan digunakan untuk hal-hal yang kreatif, penuh eksperimen, dinamis, penuh petualang, sedangkan otak kiri lebih berfungsi untuk pemikiran yang sifatnya penuh hitung-hitungan. Dalam memulai bisnis ada orang yang cenderung lebih menggunakan otak kanan, ada yang lebih banyak menggunakan otak kiri.

Mereka yang termasuk dalam kelompok cenderung menggunakan otak kanan lebih banyak menggunakan instink dari pada perhitungan yang njelimet di atas kertas. Apa yang diyakini baik langsung dimulai. Hambatan dan kendala yang mungkin akan timbul tidak perlu terlalu dicari-cari apalagi dibuatkan daftar panjang seperti daftar menu di warung kuliner. Mereka mengutamakan kreativitas dan terobosan-terobosan. Kendala yang timbul dicarikan solusinya sambil jalan. Gelombang yang menghantam, keterbatasan, keadaan yang sudah kepepet, ketidakmapanan justru akan membuat orang jadi kreatrif. Sering solusi yang ditemukan tidak ada dalam teori, muncul dari kreativitas, spontan dan jitu. Pelaku bisnis ini menjadi profesional karena belajar langsung di lapangan. Karena tindakannya dalam memulai usaha yang nampaknya seperti ‘tidak memakai otak’ kelompok ini sering dianggap orang atau menjuluki dirinya sebagai orang gila.

Kelompok yang kedua adalah mereka yang lebih dominan dalam menggunakan fungsi otak kiri. Sebelum memulai bisnis, melakukan dulu studi kelayakan dengan sangat teliti, mengenai visi dan misi, modal, prasarana, pangsa pasar, analisa keunggulan dan kekurangan, prospek keuntungan yang akan diperoleh dan lain-lainnya. Mereka menekankan kehati-hatian sehingga sebelum memulai menghitung kemunginan-kemungkinan yang bisa terjadi, supaya resiko kegagalan bisa diminimalisir sekecil mungkin.

Mana yang terbaik dari keduanya? Purdi E Chandra, si boss Primagama, yang kini mempunyai sekitar 700 cabang di seluruh Indionesia memulai bisnisnya dengan nekat mendirikan lembaga bimbingan belajar yang diawali dengan 2 orang murid anak tetangga. Dengan Entrepeneurship University-nya yang kini telah menelorkan pebisnis-pebisnis muda yang ulet, ia menyebarkan virus bisnis nekat dengan menggunakan otak kanan. Menurut beliau, dalam bisnis yang terpenting adalah memulainya. Kalau sudah dimulai, maka permasalahan yang timbul pasti bisa diatasi dengan kreativitas. Resep ‘9 Cara Gila Jadi Pengusaha’ yang ia ajarkan, ternyata dari momor 1 sampai 9 sama: MULAI.

Bob Sadino mengakui dulu dianggap sebagai orang gila. Orang kaya yang beberapa tahun hidup di Hamburg dan Amesterdam ini, tahun 1967 dengan sengaja memutuskan kembali ke Jakarta dan menjadi orang miskin. Hidupnya dimulai dari nol sebagai kuli bangunan dan sopir taxi. Pioneer di bidang agrobisnis dan agro industri di bawah bendera Kemchicks Group ini, memulai usahanya dengan kenekatan menggunakan otak kanan.

Masih banyak contoh pelaku bisnis yang berhasil dalam usahanya hanya dengan modal nekat alias modal dhengkul. Mereka tidak terlalu banyak menghitung, yang penting bagi mereka mulai dengan optimisme. Jatuh bangun dalam usaha justru membuat mereka menjadi besar karena keterpaksaan dan keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasannya justru membuat mereka kreatif menemukan solusi yang mungkin tidak ada dalam teori dan tak seorang pun tahu sebelumnya.

Menghitung kelayakan usaha sebelum memulainya tentu baik. Meminimalkan resiko untuk mengurangi kerugian tentu sudah seharusnya. Yang berbahaya adalah setelah membuat kelayakan usaha ini kita kemudian malah takut gagal. Kita menjadi pesimis dengan mengandaikan kegagalan yang belum tentu terjadi. Bisnis belum dimulai tetapi kita sering sok tahu dengan prasangka negatif. Jangan – jangan nanti…, jangan-jangan nanti ….., ya kalau berhasil, kalau tidak habis saya….dan ungkapan lain yang mencerminkan ketidak-percayaan diri.

Banyak orang mengeluhkan tidak adanya modal atau kurangnya prasarana dalam memulai usaha. Dalam kenyataannya kesulitan terbesar dalam usaha adalah: MEMULAINYA. Bisnis tidak pernah akan ada tanpa dimulai. Memulai usaha akan menghadapi dua kemungkinan, yaitu keberhasilan atau kegagalan. Memulai artinya ada kesempataan untuk berhasil, sedangkan tidak mulai sudah jelas itu kegagalan. Sebaik apa pun proposalnya, bila usaha itu hanya di atas kertas, maka itu hanyalah sebuah impian, impian dari sebuah ilmu ragu-ragu. Sebaliknya bisnis yang sudah dimulai, sekalipun kecil dengan keterbatasannya, itu adalah sebuah kepastian.

Dalam memulai suatu usaha memang sering terjadi bila terlalu banyak menggunakan perhitungan matematis hasilnya malah ragu-ragu. Sebailnya usaha yang dimulai dengan instink dan keyakinan walaupun sedikit hitung-hitungan hasilnya malah pasti. Keberhasilan suatu usaha sering dipengaruhi oleh optimisme kita saat memulainya.

Selamat berwira usaha.
Dari belajar menggapai langit – Learning the best life.

1 Komentar »

  1. Mana postingan yang baru????

    Komentar oleh The Boss — Juni 11, 2009 @ 2:31 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: